NAMA: SUHURI
PRODI :ILMU ADMINISTRASI NEGARA
KELAS :A
Sebelum menjelaskan
tentang korelasi filsafat dan administrasi, saya akan mencoba memberikan
sedikit pengertian tentang filsafat dan administrasi.
Seperti yang telah kita
kita ketahui, filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Philos dan Sophia. Philos berarti
gemar, senang atau cinta. Sophia dapat diartikan kebijaksanaan
atau kearifan. Jadi, dapat dikatakan filsafat berarti cinta kepada
kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti berusaha mendalami hakikat sesuatu.
Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa berfilsafat berarti berusaha
mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikatnya,
funngsinya, ciri-cirinya, kegunaannya, masalah-masalahnya, serta
pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah itu.
Pertama, administrasi sebagai seni adalah suatu proses yang
diketahui hanya permulaannya sedang akhirnya tidak diketahui. Kedua,
administrasi mempunyai unsur-unsur tertentu, yaitu adanya dua manusia atau
lebih, adanya tujuan yag hendak dicapai, adanya tugas adanya tugas-tugas yang
harus dilaksanakan, adanya peralatan dan perlemgkapan untuk melaksanakan
tugas-tugas itu. Kedalam golongan peralatan dan perlengkapan termasuk pula
waktu, tempat, pralatan materi serta sarana lainnya. Ketiga, bahwa administrasi
sebagai proses kerjasama bukan merupakan hal yang baru karena ia telah timbul
bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia. Tegasnya administrasi sebagai
seni merupakan suatu fenomena social.
Hakekat
Filsafat Administrasi bilamana dihubungakan dengan Kompetensi kepada teori X, Y
dan Z . Mennurut hakekat saya adalah Teori X dan Y dari. Teori ini mengemukakan
sua jenis asumsi yang berlawanan tentang sifat manusia. Teori X berasumsi bahwa
pada dasarnya manusia malas dan suka menghindari pekerjaan, sedang teori Y
berasumsi bahwa manusia memiliki kemauan untuk bekerja dan memiliki kemampuan
untuk mengemban tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Masing-masing asumsi
ini mempunyai implikasi dalam pengembangan teori manajemen atau kepemimpinan
dalam organisasi.Teori Instrumental Pertanyaan pokok yang dijawab dalam teori ini
adalah ’bagaimana’ dan ’kapan’. Teori instrumental merupakan tindak lanjut dari
proposisi “jika – karena”. Misalnya : Jika sistem administrasi berlangsung
secara begini dan begitu, karena ini dan itu atau jika desentralisasi dapat
meningkatkan efektivitas birokrasi, maka strategi, tehnik, alat apa yang dikembangkan
untuk menunjangnya.Analisis kebijakan adalah contoh teori instrumental.
Analisis kebijakan banyak menyumbangkan atau mengaplikasikan tehnik baik
kuantitatif – aplikasi regresi, riset operasi, analisis biaya dan manfaat –
maupun kualitatif (rasional maupun intuitif) untuk menjawab pertanyaan
’bagaimana’ dan ’kapan’ Jawaban terhadap pertanyaan ini berguna sebagai
rekomendasi kepada pengambil kebijakan dalam menentukan langkah-langkah konkrit
dalam proses kebijakan publik. Tapi kadang-kadang manusia selalu mementingkan
diri mereka tersendiri dan ketika di saat meraka salah kadang kala mereka
selalu masuk ke teori Y karna manusia tidak pernah mau di cap sebagi orng yg
buruk teori ini selalu membingungkan seseorang terhadap apa yg orang lain
lakukan sedang kan teory Z merka sadar tapi merke tidak mau berubah dengan
kesadaran mereka sendiri padahal mereka sudah tau hal-hal yang baik di lakukan
Kesimpulan
Jika di hubungkan
dengan teori x,y,dan z maka dapat kita ketahui bahwa mata kuliah filsafat
administrasi sangat berperan penting dimana di dalamnya di jelaskan
bagaimana menjadi seorang leasdership yang baik dan profesional . karena
pemimipin yg baik dapat memotivasi anggotanya(followers) menjadi seorang yang
baik.
Yang saya
ketaui semua teori yang tiga itu benar
cuman tergantung dari stuasi dan kondisi